Senin, 07 April 2014

Quiz 6



1.  Biaya adalah semua pengorbanan yang perlu dilakukan untuk suatu proses produksi, yang dinyatakan dengan satuan uang menurut harga pasar yang berlaku, baik yang sudah terjadi maupun yang akan terjadi. Biaya terbagi menjadi dua, yaitu biaya eksplisit dan biaya implisit. Biaya eksplisit adalah biaya yang terlihat secara fisik, misalnya berupa uang. Sementara itu, yang dimaksud dengan biaya implisit adalah biaya yang tidak terlihat secara langsung, misalnya biaya kesempatan dan penyusutan barang modal.
Biaya investasi (First or Investment Cost) adalah seluruh biaya yang dikeluarkan oleh entitas investor dalam perolehan suatu investasi misalnya komisi broker, jasa  bank, biaya legal dan pungutan lainnya dari pasar modal.
Biaya Operasi dan Pemeliharaan (Operation and Maintenance Cost) adalah biaya yang dikeluarkan oleh Transporler untuk pengoperasian dan pemeliharaan Fasilitas. Contoh beban penyusutan, beban pemasaran.
Biaya tetap (Fixed cost) adalah biaya tetap merupakan biaya yang secara total tidak mengalami perubahan,walaupun ada perubahan volume produksi atau penjualan (dalam batas tertentu). Artinya kita menganggap biaya tetap konstan sampai kapasitas tertentu saja, biasanya kapasitas produksi yang dimiliki. Namun, untuk kapasitas produksi bertambah, biaya tetap juga menjadi lain. Contoh biaya tetap adalah seperti gaji, penyusutan aktiva tetap, bunga, sewa atau biaya kantor dan biaya tetap lainnya.
Biaya variabel (Variabel Cost) adalah biaya yang secara total berubah-ubah sesuai dengan volume produksi atau penjualan. Artinya asumsi kita biaya variabel berubah-ubah secara sebanding (proporsional) dengan perubahan volume produksi atau penjualan. Dalam hal ini sulit terjadi dalam praktiknya karena dalam penjualan  jumlah besar akan ada potongan-potongan tertentu, baik yang diterima maupun diberikan perusahaan. contoh biaya variabel biaya variabel adalah biaya bahan baku, upah buruh langsung, dan komisi penjualan biaya variabel lainnya.
Biaya marjinal adalah biaya tambahan yang dikeluarkan untuk menghasilkan suatu unit tambahan produk. Contoh pembelian mesin,bangunan dan lain-lain.
Biaya marjinal (Incremental or Marginal Cost) adalah perubahan biaya total yang berkaitan dengan perubahan satu unit output. Sedangkan, biaya inkremental dapat diartikan sebagai tambahan biaya total dari penerapan keputusan manajerial.
Biaya langsung (Direct  Cost)adalah biaya-biaya untuk pengadaan sumber daya yang terkait secara langsung dengan pelaksanaan setiap kegiatan yang tercantum dalam pay item kontrak.
·         Peralatan
·          Bahan baku
·         Tenaga Kerja
·         Subkontraktor
Biaya tidak langsung (Indirect Cost) adalah  segala biaya yang terkait dengan penyelenggaraan proyek dan tidak bisa dibebankan secara langsung.
·         Biaya lapangan umum
·         Gaji pelaksana
·         Biaya administrasi
Biaya satuan (Unit Cost) adalah biaya yang dihitung untuk satu satuan produk pelayanan, diperoleh dengan cara membagi biaya total (TC) dengan jumlah/kuantitas output atau total output (TO) atau : UC = TC/TO contoh biaya satuan rawat inap (kamar) kelas I, II, III, biaya satuan rawat jalan. Biaya satuan ddipengaruhi oleh besarnya biaya total. Biaya satuan yang dihasilkan oleh hasil perhitungan berdasarkan pengeluaran nyata untuk menghasilkan produk dalam kurun waktu tertentu disebut biaya satuan aktual (Actual Unit Cost). Biaya satuan yang secara normatif dihitung untuk menghasilkan suatu jenis pelayanan kesehatan menurut standar baku disebut biaya normatif (Normative Cost).
Biaya Total ( Total Cost = TC) . Biaya total adalah keseluruhan biaya yang dikeluarkan untuk menghasilkan produksi.
TC=TFC+TVC
Dimana  TFC  = total fixed cost
TVC = total variable cost.
Biaya berulang (Recurring cost) adalah biaya yg secara berulang dikeluarkan menghasilkan produk yang sama dan berulang secara teratur.
Biaya tidak berulang (Nonrecurring cost) adalah biaya yang tidak berulang, walaupun l dapat bersifat komulatif dalam priode yang pendek.
Biaya Hangus adalah biaya yang telah terjadi di masa yang lalu dan tidak mempengaruhi perkiraan biaya di masa yang akan datang dalam penentuan tindakan.
Biaya terbenam (Sunk or Past cost) adalah biaya yang tidak dapat kembali.
Contoh: kelebihan nilai buku atas nilai sisa, supervisor pabrik dan penyusutan bangunan.

2.      Kurva biaya dan bentuknya
Dalam ekonomi dikenal beberapa kurva daintaranya : TC, TFC/FC. VC, AFC, AVC, ATC, MC.
TC: Total cost adalah biaya total dari semua produksi TC diperoleh dari FC + VC bentuk kurva TC adalah kurva semakin curam seiring kenaikan jumlah yang diproduksi. 

VC : variable cost adalah biaya yang berubah juka terjadi perubahan jumlah output yang diproduksi.
Contoh biaya variable  cost : bahan baku pembuatan coklat missal gula dsb.
Bentuk kurva variable cost  : akan meningkat seiring kenaikan output.

FC : Fixed cost biaya tetap dimana biaya yang tidak akan berubah berapapun output yang diproduksi.
Contoh : sewa gedung, sewa pabrik
Bentuk kurva FC : horinzontal sebab jumlahnya tidak akan berubah

ATC : average Total Cost/ biaya total rata-rata, adalah biaya total dibagi dengan ouput yang dihasilkan ( TC/Q)Bentuk kurva ATC : berbentuk U, hal ini disebabkan ATC adalah penjumlahan dari biaya tetap rat-rata (AFC) dan biaya varibel rata-rata (AVC), (ATC = AFC+AVC), AFC selalu meurun seiring naiknya output yang dihasilkan , karena biaya tetap semakin terebar dengan jumlah unit yang semakin banyak. AVC akan meningkat seiring kenaikan output yang dihasilkan karena perilaku dari penurunan produk marginal

AFC / Average Fixed Cost : merupakan biaya tetap dibagi jumlah output (FC/Q) Bentuk : kurva AFC akan selalu menurun karena biaya tetap semakin tersebar dengan jumlah output yang semakin banyak

AVC /Average variable cost merupakan biaya yang dibagi jumlah output (VC/Q) Bentuk : kurva AVC akan naik seiring dengan jumlah outpur yang diproduksi

MC/marginal cost kenaikan biaya total yang muncul dari unit produksi tambahan secara matematis MC = ^ TC/^Q
Contoh kasus : jika produksi 2 gelas biaya total 3,8, produksi 3 gelas biaya total 4,5 MC = 0,70/1 =0,70

3.      Karena jika konsep biaya melesat dari apa yang direncanakan maka perusahaan akan mengalami kerugian atau bangkrut.

4.      Jika suatu perusahaan mengalami tingkat penjualan yang rendah, sebaiknya perusahaan menggunakan Biaya Pemasaran. Biaya Pemasaran itu sendiri adalah biaya yg digunakan untuk melakukan pemasaran, jadi saat tingkat penjualan suatu perusahaan rendah sebaiknya perusahaan melakukan pemasaran dengan lebih baik dan lebih bagus kualitasnya. 

5.      Pengkategorian biaya:

·         Biaya penjualan yaitu Biaya Gaji dan Komisi Penjualan;
·         Biaya Advertensi;
·         Biaya Bahan Pembantu untuk bagian penjualan dan toko;
·         BiayaDepresiasi aktiva tetap bagian penjualan;
·         Biaya Depresiasi alat pengangkutan penjualan;
·         Biaya yang berhubungan dengan bagian penjualan.

ü  Biaya Administrasi dan Umum yaitu Biaya Gaji Pimpinan dan Pegawai Kantor;
ü  Biaya bahan pembantu untuk kantor;
ü  Biaya Depresiasi Aktiva tetap kantor;
ü  Biaya Telepon, air, listrik,parkir, dll.


ref : 

Rabu, 26 Maret 2014

Tulisan 5

Perilaku Konsumen Dalam Memilih Produk by Deani Syafira

Quiz 5



1.    Apa yang dimaksud dengan produsen dan sebutkan pengkaterorian produsen ?
2.    Apa yang dimaksud dengan perilaku produsen ?
3.    Apa yang di maksud dengan fungsi produksi ?
4.    Apa yang di maksud dengan least cost combination ?
5.    Bagaimana cara mengoptimalkan produksi ?
Jawab :
1.    Produsen adalah orang-orang yang membuat dan menciptakan suatu barang. Dalam ekonomi, produsen berarti orang-orang atau perusahaan yang membuat suatu barang untuk dijual kembali sehingga memperoleh keuntungan.
Pengkategorian produsen :
·       Produsen
·       Distributor
·       Agen
·       Pengecer
2.    Perilaku produsen adalah kegiatan pengaturan produksi sehingga produk yang dihasilkan bermutu tinggi sehingga bisa diterma di masyarakat dengan menghasilkan laba. Perilaku produsen dilakukan semata-,ata agar tidak merugikan produsen namun juga tidak memberatkan konsumen. Dengan demikian daya konsumsi akan stabil karena antara konsumen maupun produsen sama-sama saling membutuhkan. Perilaku produsen dalam kegiatan perekonomian :
·       Bagi masyarakat, Tanggung jawab sosial produsen kepada masyarakat.
·       Bagi pemerintah, Produsen merupakan patner untuk menjalankan tugas pemerintah dalam mewujudkan tatanan masyarakat.
3.    Fungsi produksi meliputi proses untuk mengelola input guna menghasilkan barang dan jasa. Dimana outputnya yang dihasilkan juga dipengruhi oleh besarnya input dan teknologi yang dihasilkan.
4.    Least Cost Combination (LCC)
·       Penggunaan kombinasi faktor produksi dengan menggunakan biaya yang paling murah
·       Syarat LCC : MRTS (marginal rate of technical substitution), bila menambah salah satu input maka mengurangi penggunaan input.
5.    Mengoptimalkan produksi adalah upaya meningkatkan nilai dari suatu produksi. Seperti meningkatkan kualitas produksi, jumlah prduksi, manfaat produksi, bentuk fisik produksi, dsb.
Menurut saya, cara yang harus dilakukan adalah sebagai berikut :
·       Biaya yang digunakan harus dipandang sebagai ketentuan potensial ( potensial profit), bukan pengeluaran atau ongkos produksi yang memang harus dikeluarkan. Dengan demikian reduksi biaya produksi melalui peningkatan efisiansi akan meningkatkan keuntungan.
·       Setelah persepsi tentang biaya produksi diatas berubah, menejemen harus melaksanakan aktivitas produksi bernilai tambah (bukan sekedar mengubah input menjadi output) dengan jalan berproduksi pada biaya produksi yang minimum. Dengan cara ini perusahaan akan meningkatkan daya saing melalui strategi penetapan harga ( pricing strategy) yang kompetitif dipasar.
·       Keunggulan kompetitif produk dipasar akan mengingkatkan pangsa pasar (market share) yang berarti akan meningkatkan penerimaan total (TR) dari penjualan produk itu.

Tulisan 4

Konsep dan teori Elastisitas harga, silang dan pendapatan by Deani Syafira

Quiz 4



Soal :
1.      Apa yang dimaksud dengan elastisitas ?
2.      Mengapa elastisitas perlu di kaji lebih mendalam oleh sebuah perusahaan atau industry ?
3.      Jelaskan konsep elastisitas harga, silang dan pendapatan ?
4.      Faktor apa yang menentukan tingkat elastisitas ?
5.      Bagaimana menurut anda tentang konsep elastisitas ?
Jawab :
1.      Elastisitas merupakan derajat kepekaan kuantitas yang diminta/ ditawarkan terhadap salah satu faktor yang mempengaruhi fungsi permintaan/ penawaran.
2.      Elastisitas memang perlu di kaji lebih mendalam lagi oleh sebuah perusahaan atau industri agar sebuah perusahaan atau industri tersebut dapat menentukan harga jual suatu barang (produk) yang akan dibuat (produksi) supaya produk tersebuat lebih terjangkau bagi seluruh konsumen, karena jika suatu perusahaan atau industri mematok/ menentukan harga yang terlalu tinggi maka konsumen pun akan mencari barang (produk) yang harganya lebih murah.
3.      Elastisitas harga permintaan adalah persentase perubahan kuantitas yang diminta yang disebabkan oleh perubahan harga barang tersebut sebesar satu persen.
Ed = {(% perubahan jumlah yang diminta/ % perubahan harga brang tersebut)}
Ed = - [(dQ/Q) / (dP/P)], atau
Ed = [(dQ/dP) / (P semula / Q semula)
Simbol d adalah delta atau perubahan.
Elastisitas silang (Ec) adalah persentase perubahan kuantitas barang x yang diminta yang disebabkan oleh perubahan harga barang y (yang berkaitan fungsi) sebesar satu persen.
Ec = {% perubahan kuantitas barang x / % perubahan harga barang y)}
Ec = {(dQx/Qx) / (dPy/Py)}.
Elastisitas pendapatan (Ei) adalah persentase perubahan kuantitas komoditi yang diminta yang disebabkan oleh perubahan penapatan konsumen sebesar satu persen.
Ei = {% perubahan kuantitas yang diminta / % perubahan pendapatan}
Ei = {(dQ/Q) / (dl/I)}
d adalah delta dan I adalah Income
elastisitas harga permintaan mengukur tingkat reaksi konsumer terhadap perubahan harga. Elastisitas ini dapat menceritakan pada produsen apa yang terjadi terhadap penerimaan penualan mereka, jika mereka merubah strategi harga, apakah kenaikan/ menurunkan jumlah barang yang akan dijualnya.


4.      a. Tingkat kebutuhan
b. Adanya barang-barang substitusi
c. pendapatan konsumsi
d. Perubahan harga dan barang yang diminta
e. Adanya barang yang serbaguna
f. Tradisi
g. Mode
5.      dalam ilmu ekonomi, elastisita adalah perbandingan perubahan proporsional dari sebuah variabel dengan perubahan variabel lainnya. Dengan kata lain, elastisitas mengukur seberapa besar kepekaan atau reaksi knsumen terhadap perubahan harga. Elastisitas juga merupakan salah satu konsep penting untuk mengalami beragam permasalahan di bidang ekonomi,. Konsep elastisitas sering dipakai sebagai dasar analisis ekonomi, seperti dalam menganalisis permintaan, penawaran, penerimaan pajak, maupun distribusi kemakmuran. Macam-macam konsep elastisitas :
1.      Elastisitas Harga Permintaan (Price Elacticity of Demand) adalah tingakat perubahan permintaan terhadap barang/ jasa, yang diakibatkan peubahan harga barang/ jasa tersebut.
2.      Elastisitas Silang (Cross Elasticity) menunjukan hubungan antara jumlah barang yang diminta terhadap perubahan harga barang lain yang mempunyai hubungan dengan barang tersebut. Terdapat tiga macam respons perubahan permintaan suatu barang :
a.      Elastisitas silang positve : peningkatan harga barang A meningkatkan jumlah permintaan barang B.
b.      Elastisitas silang negative : peningkatan harga barang A mengakibatkan turunnya permintaan barang B.
c.      Elastisitas silang nol : peningkatan harga barang A tidak akan mengakibatkan perubahan permintaan barang B.

Tulisan 3

Perilaku Konsumen by Deani Syafira